Bersama Ibu Di Pinggir Danau Maninjau Belakang Rumah

Pandan, mungkin semua kenal dengan tumbuhan Pandan. Tapi saya yakin tidak semua orang kenal Pandan nama sebuah kampung di pinggir Danau Maninjau, Sumatera Barat. Pandan merupakan kampung tempat saya dibesarkan setidaknya sampai tamat SD, sebuah kampung yang membutuhkan sedikit usaha untuk mencapainya, karena kita harus melalui “Kelok 44” yang terkenal membuat mual perut. Mungkin dengan menonton “Negeri Lima Menara” Anda bisa sedikit membayangkan situasi dan lokasi kampung tempat saya dibesarkan tersebut. Kampung saya sedikit lebih jauh dari kampung tokoh dan pengarang cerita tersebut.

Negeri Lima Menara

Negeri Lima Menara

Bermula dari kampung itu, yang mengajari saya perjuangan hidup ini, saya tanamkan dihati saya untuk bisa hidup lebih baik dan tidak sekeras hidup di Pandan tersebut. Melihat perjuangan Ibu saya yang begitu keras dan berat untuk membesarkan saya, saat kecil saya pun berjanji dalam hati bahwa suatu saat saya akan membahagiakan Ibu. Bayangan saya waktu itu untuk membahagiakan Ibu adalah dengan membuat beliau tidak perlu bersusah-payah jika menginginkan sesuatu.

Untuk berusaha memenuhi janji saya itu, setelah selesai belajar di sebuah sekolah kejuruan di kota Padang saya memutuskan ikut program kerja magang di Jepang agar tidak memberatkan ekonomi keluarga lagi. Hasil kerja setahun di Jepang saya gunakan untuk kuliah lagi dan patungan modal untuk membuka toko sembako dengan kakak di daerah Tangerang. Alhamdulillah, toko kami waktu itu bisa maju dan kehidupan saya dan kakak mulai mapan, sehingga kami putuskan untuk mengajak kedua orang tua tinggal bersama di rumah kontrakan kami di Tangerang. Selesai kuliah, berkat pengalaman kerja di Jepang, saya langsung dapat pekerjaan di sebuah perusahaan Jepang. Semuanya terlihat mulai membaik, tapi saya merasa masih belum bisa memenuhi janji untuk membahagiakan Ibu. Kami harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup, malam hari setelah pulang kerja kadang saya masih harus membantu kakak untuk menyelesaikan pekerjaan untuk toko.

Bersama Ibu di pinggir Danau Maninjau belakang rumah

Bersama Ibu di pinggir Danau Maninjau belakang rumah

Tonggak perubahan hidup saya yang paling besar adalah pada tahun 2005, ketika saya dijodohkan dengan suami saya. Setelah pertemuan dan perkenalan yang singkat, kami menikah di tahun tersebut. Dari empat bersaudara saya anak perempuan satu-satunya dan yang pertama kali menikah. Kemudian saya dan suami memulai hidup kami berdua di sebuah rumah kontrakan 3 in 1 (ruang tamu, kamar, dapur dan kamar mandi) di daerah Duren Sawit. Perlahan kehidupan kami pun mulai membaik, saya dan suami mampu mengontrak rumah yang lebih layak. Saat anak saya lahir, Ibu dan Ayah saya ajak untuk tinggal bersama saya, agar Ibu bisa membantu menjaga anak saat saya kerja. Pernah suami menyarankan saya untuk berhenti kerja dan fokus untuk menjaga anak. Janji saya untuk membahagiakan Ibu mencegah saya berhenti kerja, bagaimana saya akan membahagiakan Ibu kalau hanya jadi ibu rumah tangga (ternyata akhirnya pikiran saya itu salah).

Tahun 2008 saya membuat sebuah keputusan besar lagi dalam hidup saya untuk resign dari pekerjaan, karena suami mengajak pindah ke Bogor sementara kantor saya di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu saya yakinkan hati mungkin ada cara lain yang ditentukan Allah untuk saya bisa membahagiakan Ibu. Terbiasa sibuk dengan pekerjaan dan rasa gamang karena tidak punya penghasilan sendiri, akhirnya saya minta izin untuk bekerja lagi ke suami. Beberapa bulan bekerja, saya resign lagi karena suasana kerja yang tidak membuat saya nyaman.

Sepertinya suami melihat kegalauan saya saat jadi pengangguran, sehingga dia menyuruh teman kantornya untuk mengajak saya menjalankan bisnis Oriflame secara online bersama dBCN agar saya bisa kerja tanpa perlu keluar rumah. Tawaran tersebut saya terima dengan alasan karena perasaan segan saja waktu itu. Tiga bulan pertama gabung saya tidak melakukan apa-apa, pada bulan ketiga gabung saya diajak oleh upline untuk ikut acara offline yang saat itu merekognisi salah satu founder dBCN yang memperoleh Mobil Honda CRV gratis plus cash reward 42 juta rupiah dari Oriflame. Langsung saya sadar bahwa bisnis saya ini bisa menjadi jalan untuk membahagiakan Ibu. Saya pun mulai bergerak dan minta dukungan dari suami, perlahan dan pasti level saya terus meningkat dan hingga sekarang sudah dua kali memperoleh cash reward (7 & 14 juta).

Menyadari bahwa saya sudah berada di atas kendaraan yang tepat, saya langsung fokus untuk mengembangkan jaringan bisnis saya. Jatuh bangun pun saya alami, tapi sepertinya lebih banyak bangunnya 🙂 Hasilnya pun sudah membuat saya sangat bersyukur kepada Allah. Bukan bermaksud riya, tapi sebagai ungkapan rasa syukur maka saya menulis cerita ini. Janji saya untuk membahagiakan Ibu mulai terbuka, mulai dari membelikan Ibu hal-hal kecil seperti pakaian yang dulu tak pernah kami bayangkan untuk membelinya hingga mendaftarkan Ibu dan Ayah untuk berangkat ke tanah suci dari bonus bulanan bisnis saya.

Satu momen yang tak akan pernah saya lupakan adalah saat saya menemani Ibu untuk menandatangani BPIHnya, entah karena haru dan rasa tidak percaya, Ibu sempat lupa akan tanda tangannya sendiri.

Janji saya untuk mengajak Ibu ke Dubai bersama Oriflame tahun 2013 ini tidak bisa saya penuhi, karena usaha saya untuk memperoleh 2 tiket gratis ternyata masih kurang. Maaf Ibu, tapi insyaAllah saya akan membawa Ibu keluar negeri tahun-tahun depan bersama Oriflame. Masih banyak sekali kesempatan jalan-jalan ke luar negeri yang disediakan oleh Oriflame, mudah-mudahan perjalanan tersebut bisa saya lakukan bersama Ibu.

Saya dan Ibu

Saya dan Ibu

Ternyata keinginan untuk membahagiakan orang yang kita sayangi bisa menjadi energi untuk diri kita. Selain itu kita juga harus bijak dalam menentukan dan memilih jalan untuk mewujudkan keinginan tersebut. Dulu sewaktu saya bekerja di perusahaan Jepang dengan gaji 2 jutaan (5 tahun kerja) saya pikir saya sudah bisa memenuhi janji membahagiakan Ibu, ternyata gaji segitu di Jakarta hanya cukup buat operasional sehari-hari. Belum genap 4 tahun saya gabung di Oriflame bersama dBCN saat tulisan ini saya buat, bonus bulanan saya sudah belasan juta rupiah. Dari segi jumlah saja sudah sangat jauh dibandingkan dengan penghasilan saat saya bekerja, tapi yang paling saya syukuri adalah bahwa saya memperoleh itu semua tanpa perlu keluar rumah setiap hari dari pagi hingga malam.

Buat Anda yang punya janji atau harapan untuk orang yang Anda cintai seperti saya, cepatlah ambil keputusan untuk bergabung bersama tim saya di dBCN guna mewujudkannya. Siapapun Anda jika yakin dan mau berusaha, pasti bisa. Silahkan klik banner di bawah ini dan isi form yang ada, saya atau salah seorang teman dari jaringan saya akan menghubungi Anda.

Kata kunci pencarian:
  • kata kata tentang janji kepada orang tua (2)
  • janji saya untuk orang tua (1)
  • janji untuk ibu (1)
  • kata kata berjanji kepada orang tuo (1)

Sri Ida Oktivira

Seorang Ibu Rumah Tangga yang menjalankan bisnis Oriflame secara online dari rumah saja. Alhamdulillaah… bisa untuk membantu membahagiakan orang-orang yang saya cintai.