Bakat menulis dan berbisnis sahabat saya Rahma Nurjana (Ira) memang hebat. Sebagai mantan jurnalis tentunya kemampuan menulisnya tidak perlu diragukan, tapi ada yang lebih saya kagumi dari sahabat saya ini, yaitu bakat cara berbisnis yang dimilikinya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya akan mengutip cerita Ira tentang bakat cara berbisnis.

Berikut adalah kutipan cerita Ira tentang cara berbisnis dan apa yang membuat Ira suka berbisnis:

Sejak kapan sih saya senang berbisnis? Setelah dirunut ke belakang, ternyata sejak kecil bo’. Bukan karena orang tua saya pedagang, tapi karena memang tuntutan hidup. Dulu, saya masih ingat pernah jualan kacang ampera, pernah jualan tebu, memasarkan bakwannya uni Revi Eviza, jual baju dari modal teman, jual kosmetik juga melalui Avon. Bisnis kecil-kecilan, tapi saya ketagihan… hehehehehe….

Terus saat saya berumah tangga dan “dirumahkan” jiwa bisnis saya kembali keluar. Kalo dihitung-hitung nih, aset tidak bergerak saya dari hasil bisnis dihargai bank sekitar Rp 650 juta, terdiri dari tanah dan rumah. Kemudian aset bergerak, yang memang saya bisniskan itu, sekitar Rp 300 juta. Wuihhh… nyaris Rp1 miliar ya… Kalo bagi seorang pengusaha, itu mah masih kecil….. Tapi perlu dicatat, itu hasil kerja pintar dari rumah. Kok bisa ya….
Beruntung punya suami, John Nedy Kambang yang sevisi dengan saya. Kami berdua adalah pelahap berbagai buku. Mulai dari novel, buku agama, kemudian berubah ke buku-buku bisnis. Modal sedikit, tapi suami saya pengen sekali punya tanah, rumah dan mobil untuk direntalkan sekaligus. Waktu itu, kami mengantongi uang sekitar Rp 30 juta. Bukan hasil tabungan, bukan. Karena perlu juga dicatat, gaji suami yang 2 koma habis untuk bayar kuliah dan biaya hidup adek 2 orang, bayar sekolah ponakan dua orang, obat dan belanja bulanan mama. Sisa belanja bulanan untukku sekitar 300 ribu perbulan. Uang yang 30 juta itu berasal dari bonus dari kantor suami. Ya udah, dengan keberanian, uang itu kami pertaruhkan. Dapatlah tanah 300 meter persegi, rumah dan mobil xenia untuk direntalkan.

Semuanya punya resiko, tapi harus diberanikan. Namun, usaha itu berkembang. Saya pun merambah bisnis wartel (gulung tikar), jualan es, bisnis warnet dan pulsa (gulung tikar lagi), bisnis pulsa lagi, bisnis garskin dan sekarang melirik bisnis Oriflame. Pelan-pelan semuanya berkembang.

Dan akhirnya, sekarang saya konsentrasi di bisnis Oriflame. Kenapa berbisnis Oriflame? Karena melalui bisnis Oriflame saya bisa mengajak lebih banyak orang untuk sukses bersama saya. Bisnis pulsa dan garskin, itu khusus siswa dan mahasiswa sekitar rumah saja. Alhamdulillah, sekarang sudah punya 25 downline. Rental mobil, gak mungkin saya bisa ajak semua orang untuk bisnis itu, modalnya besar dan jangkauannya sedikit.

Sedangkan Oriflame, jangkauannya luas, modalnya kecil, tapi hasilnya lumayan besar. Saya bisa ajak orang ribuan bahkan jutaan orang untuk bisa sukses bersama. Inilah kenapa saya kemudian serius di Oriflame melalui jaringan Sri Ida Oktivira. Teman lama dan Mak uplineku itu udah mendapatkan bonus Rp 14 juta sebulan. Saya juga pasti bisa. Anda yakin bisa? Yuk bergabung dengan kami.

 

Bisnis ibu rumah tangga dengan memanfaatkan internet

Cara berbisnis Oriflame secara online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalau menurut Anda cara berbisnis saya dan sahabat saya Ira ini menarik dan Anda percaya akan naluri cara berbisnis Ira ini, ayo klik banner di bawah ini dan isi form yang ada di website tersebut untuk belajar cara berbisnis Oriflame online maupun offline.

Sri Ida Oktivira

Seorang Ibu Rumah Tangga yang menjalankan bisnis Oriflame secara online dari rumah saja. Alhamdulillaah... bisa untuk membantu membahagiakan orang-orang yang saya cintai.